Pernah ga sih ngalamin ada hal yang ga kita setujui atau kita mau lakuin dengan alasan lain, tapi malah di judge sebagai pemberontak, orang rusuh, pamrih, atau malah yang paling jelek di buatkan statement oleh orang tersebut mengenai alasan ataupun diri kita, namun yang sangat bertolak belakang dengan alasan yang telah kita paparkan sebelumnya dan (dengan bangganya) orang itu menyebarkan berita yang menurut dia paling benar (karena anda tidak mau melakukan sesuatu hal menurut pandangan mereka) kepada orang lain seakan pahlawan yang telah menyelamatkan orang lain dari kesesatan dan menghidarinya dari kerugian yang amat sangat. What do you feel if that happenned to you? Mau marah, emosi yang meluap-luap, atau bahkan ingin 'melampiaskan' kepada orang tersebut?
Saat ini kita hidup di dunia nyata yang sangat mungkin hal tersebut terjadi pada diri kita sendiri. mungkin di lingkungan keluarga dekat, lingkungan tempat tinggal, lingkungan kawan bermain, ataupun tidak menutup kemungkinan terjadi di lingkungan tempat bekerja anda.
Beberapa waktu yang lalu ada pimpinan dari kantor saya di Jakarta yang mengunjungi kantor kami disini, beliau mengatakan:
"Seperti halnya energi dalam Hukum Kekekalan Energi yang telah kita ketahui bersama, bahwa Energi itu tidak bisa dihilangkan, Energi hanya berubah bentuk/wujud". Jadi apabila ada seseorang yang mengatakan hal tersebut (menjelek-jelekkan ataupun menggunjingkan hal-hal yang negatif mengenai anda 'dibelakang'), tidak perlu ditanggapi berlebih sehingga menghabiskan energi anda. Percayalah bahwasanya orang tersebut telah menanam sesuatu yang seimbang dengan apa yang telah dia lakukan terhadap anda. Sebesar ataupun sekecil apapun perbuatan negatif yang telah anda terima dari orang lain, Maafkanlah orang itu dan ikhlaskanlah apa yang telah dia lakukan terhadap anda. Suatu saat dia akan menerima apa-apa yang telah dia lakukan. Memang butuh seseorang yang berjiwa besar untuk melakukan itu. Did u believe? I Believe!
Kalau boleh saya mengutip ungkapan di salah satu bukunya Harun Yahya: "Bahwa pasti ada hikmah dari segala sesuatu" , ditambah jika anda telah membaca buku 'the Secret' (Judulnya pake 's' ga ya? Lupa, sorry). Disana diajari kalau kita harus selalu memenuhi ruang pikiran kita dengan sesuatu yang positif, sesuatu yang kita senangi. Hal-hal yang berbau negatif janganlah dimasukkan ke pikiran kita. So, let the other person become Negative, but we have to be Possitive & Always.
Rabu, 15 Juli 2009
something you hate about!
Label:
benci,
harun yahya,
kesel,
marah,
negatif,
positif,
sebel,
the secret,
www.intimoel.co.cc
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)



hm ... semoga
BalasHapus